Ayah… menangis…

Sejak kecil.. ia terbiasa dilarang menangis…

Dan ia benci larangan itu…

Ketika si septi kecil terjatuh dari sepeda dan terluka, layaknya bocah lain, ia menangis… tapi bukan bujuk rayu manja yang ia dapatkan.. melainkan peringatan dan perintah untuk berhenti menangis…

Ketika ia bertengkar dengan teman sepermainannya, lalu ia menangis dan pulang…

Septi kecil berharap akan mendapatkan pembelaan layaknya teman lain yang mengadukan pertengkarannya dengan ayah atau ibunya… tapi si septi kecilpun kembali harus meneguk kecewa karna apa yang ia dapatkan sangat bertentangan dengan apa yang ia harapkan…

Ia malah dinasehati… diberi peringatan keras agar jangan lagi bertengkar…

Sejak saat itu…

Septi kecil berjanji pada dirinya, bahwa ia tak akan pernah lagi mengadukan apa yang ia alami kepada orang tuanya… ia akan menyimpan semuanya kecuali hal2 yang baik2 saja yang boleh diketahui oleh orang tuanya….

Dan ia tumbuh menjadi remaja yang tertutup kepada orang tuanya…

Dan mereka tak pernah tau bahwa banyak hal dan kenakalan yang telah septi lakukan….

Bahkan kelas 1 smp namanya sudah tertulis di catatan hitam BP sekolah karna pertengkaran dan melukai teman bertengkarnya…

Ahh… remaja yang labil…

Awalnya ia pikir ayah sangat benci airmata… dan anti menangis..

Ternyata Ia salah..

Suatu ketika ia mendapati ayahnya menangis,, dan Ayahnya tau bahwa si septi tau dirinya menangis…

Hal yang mungkin tak pernah diketahui saudaranya yang lain…

Tapi memang, ayah menangis bukan karena masalah atau beban yang dihadapinya…

ia melihat ayah menangis ketika hatinya yang renyuh terhadap sesuatu yang dihadapinya….

Dan hatinya bergumam… “ayah… juga menangis…”

Dan diakhir masa remajanya ia tersadar…

kenapa ayahnya selalu melarangnya untuk menangis..

karna ayah ingin memberitahu bahwa hidup ini keras, apa yang ia tangisi pada saat itu belum seberapa dengan kekerasan2 hidup yang harus dihadapi dihari depan….

ayahnya ingin ia menjadi orang yang tangguh.. tidak lembek dan cengeng menghadapi masalah dan tantangan hidup!

Tujuan ayah memang baik, meski kadang sangat menekan dan keras, bahkan tak bisa diterima oleh si septi kecil.. dan berdampak pada perkembangan psikologinya…

Dalam perjalananya septi menemukan bahwa Rasulullah pun tak pernah melarang menangis, bahkan ia menganjurkan.. dalam haditsnya bersabda bahwa “ Alloh tidak pernah menghukum seseorang karena airmatanya, tapi karena lisannya yang meratap ketika menangis..”

Dan ia menemukan bahwa menangis adalah cirri orang yang lembut hatinya…

Maka, ia menyipulkan ayah memang orang yang keras… tapi lembut hatinya….^_^

septi bertekad, jika nanti ia telah menjadi orang tua… ia tak akan melarang putra putrinya untuk menangis..

Karna menangis adalah melembutkan hati,ketika beban yang dirasa tak mampu lagi ditampung hati maka tumpahkanlah dengan airmata…

Tapi, yang perlu dilarang pada putra putri nanti adalah MARAH..

Kalau ayah berkata “menangis tak menyelesaikan masalah… “ tapi septi akan berkata “marah tak merubah keadaan… malah akan memperburuk”

Apakah dengan marah dan menumpahkan segala cari maki dan kata2 kasar itu masalahmu dapat selesai?

Kalaupun ia, maka pasti bukan terselesaikan dengan baik.. melainkan dengan amarah..

Kata2 kasarpun dapat menyakiti hati orang lain apalagi orang yang dicaci maki…

Lagipula, ucapan kita adalah cermin diri kita…

Orang bijak berkata “jika ingin mengenali seseorang, lihatlah ucapannya ketika ia marah… jika ketika marah kata2 yang keluar masih dalam control dan tetap terjaga.. maka dia orang yang pandai mengontrol emosi dan orang baik, sedangkan jika kata2nya kasar dan buruk, maka ia orang yang buruk….”

tapi walau bagaimanapun juga, ayah tetaplah ayah terbaik…

ia adalah guru terbaik sepanjang usia ini..

ingin kukatakan padanya “ayah, aku bangga menjadi anakmu….”

jakarta, 7 january 2011

00.30 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: